Bing Slamet, Sang Pahlawan Kebudayaan
Hot Thread at Oct 20, 2011

Quote:
|
CIRI-CIRI KASKUSER YANG BAEK :
1. TIDAK LUPA MENINGGGALKAN KOMENG Spoiler for komeng:
Spoiler for rate:
Spoiler for cendol:
Spoiler for bata:
|
Quote:
|
BING SLAMET SANG PAHLAWAN KEBUDAYAAN (1927 - 1974)
|

Quote:
|
Tangisan bayi terdengar sesaat keluar dari rahim seorang ibu pada 27 September 1927 di Cilegon, Banten. Bayi tersebut diberi nama Ahmad Syech Albar yang kelak dikenal dengan Bing Slamet. Ayahnya seorang mantri pasar bernama Rintrik Achmad. Bing Slamet sudah ditakdirkan lahir sebagai seorang penghibur. Bahagia dan gelak tawa kelak merupakan jasa yang ditampilkan Bing dalam kesempatan apa saja termasuk menghibur para pejuang dengan berkeliling Indonesia antara kurun waktu 1942-1945. Bahkan tampil layaknya seorang agitator ketika bercuap-cuap di depan corong mikrophone radio untuk membakar heroisme para pejuang dalam melawan penjajah. Talent Bing Slamet mulai terasah ketika bergabung dengan Orkes Terang Bulan yang dipimpin Husin Kasimun. Kemudian bergabung bersama kelompok teater Pantja Warna setahun menjelang kemerdekaan Indonesia. Kecintaannya terhadap seni semakin dalam hingga dia terpaksa mengubur asa kedua orangtuanya yang menginginkan menjadi dokter atau insinyur. Bidang seni adalah pilihan bulat yang ditempuh Bing Slamet dalam perjalanan hidupnya. Pilihan yang diambil ternyata tepat, kemampuan bermusik dan melawak semakin terasah setelah bergabung pada Divisi VI Brawidjaja sebagai Barisan Penghibur. Ia rela ditempatkan di kota mana saja termasuk di Yogjakarta dan Malang setelah bekerja di Radio Republik Indonesia (RRI). ![]() |
Quote:
|
MUSIK DAN FILM
Diakui kematangannya di dunia tarik suara terpupuk semenjak bekerja di RRI. Bing Slamet banyak mengadopsi ilmu dan pengalaman dari pemusik Iskandar dan pemusik keroncong tenar, M Sagi, serta sahabat-sahabat musikal lainnya seperti Sjaifoel Bachrie, Soetedjo, dan Ismail Marzuki. Satu nama lagi yaitu Sam Saimun yang dikenalnya sejak bertugas di Yogyakarta pada tahun 1944. Bagi Bing, Sam Saimun adalah tokoh penyanyi panutannya. Tak sedikit yang menyebut timbre vokal Bing sangat mirip dengan Sam Saimun. Di tahun 1949 titik awal Bing Slamet mulai dikenal ketika menghiasi soundtrack film Menanti Kasih yang dibesut Mohammad Said dengan bintang A Hamid Arief dan Nila Djuwita . Tak hanya puas dengan kesuksesan di dunia tari suara, Bing mulai menguji bakat aktingnya di dunia sinema sebagai aktor sejak tahun 1950. Pada tahun 1955, Bing Slamet mulai menoreh prestasi dengan menjadi juara Bintang Radio untuk jenis Hiburan. Piringan hitam Bing pun mulai dirilis pada label Gembira Record dan Irama Record. Ia terampil menyanyikan langgam keroncong hingga pop dan jazz. Selain menyanyi, Bing pun memainkan gitar sekaligus menulis lagu. Salah satu tembang pertama yang ditulisnya bersama gitaris jazz, Dick Abell, adalah 'Cemas' . Seiring perjalanan karir musiknya maka bermunculanlah lagu-lagu karya Bing Slamet lainnya, semisal 'Hanya Semalam', 'Risau', 'Padamu', 'Murai Kasih', hingga 'Belaian Sayang'. Lagu yang disebut terakhir dianggap sukses di mata khalayak. Masih ingatkah Anda ketika Bing Slamet menyanyikan dengan fasih lagu berbahasa Minang 'Sansaro' ? Atau dengan luwes Bing menyanyikan lagu 'Selayang Pandang' dari ranah Melayu? Tak pelak lagi, Bing adalah penyanyi serba bisa yang memiliki fleksibiltas tak tertandingi. Di tahun 1963, pria ini membentuk sebuah grup musik yang diberi nama Eka Sapta dengan pendukungnya, antara lain Bing Slamet (gitar, perkusi, vokal), Idris Sardi (bass,biola), Lodewijk 'Ireng' Maulana (gitar, vokal), Benny Mustapha van Diest (drum), Itje Kumaunang (gitar), Darmono (vibraphone), dan Muljono (piano). Eka Sapta menjadi fokus perhatian, karena keterampilannya memainkan musik yang tengah tren pada zamannya. Eka Sapta lalu merilis sejumlah album pada label Bali Record, Canary Record, dan Metropolitan Records, yang kelak berubah menjadi Musica Studio's. Eka Sapta adalah kelompok musik pop yang terdepan di negeri ini pada era 60-an hingga awal 70-an. ![]() Eka Sapta Bing Slamet hebatnya mampu membagi konsentrasi antara bermain musik, menyanyi, bikin lagu, melawak, dan main film layar lebar. Setidaknya ada 20 film layar lebar yang dibintanginya, mulai dari era film hitam putih hingga berwarna. Bing pun tercatat beberapa kali membentuk grup lawak antara era 50-an hingga 70-an di antaranya Trio Los Gilos, Trio SAE, EBI, dan yang paling lama bertahan adalah Kwartet Jaya bersama Ateng, Iskak, dan Eddy Soed. ![]() (Kiri ke kanan) Edi Soed, Bing Slamet, Ateng dan Iskak dalam Kelompok Lawak Kwartet Jaya. |
Quote:
|
BING SLAMET WAFAT
![]() Dian bahagian kini padam sudah Derai air mata tak putus membasah ("Risau") Lirik lagu 'Risau' yang menggetarkan sukma, seolah selaras dengan iring-iringan mobil dan motor sepanjang 4 kilometer mengantarkan jenazahnya ke pemakaman Karet Selasa siang 18 Desember 1974. Bumi Jakarta banjir genangan air mata meratapi kepergian salah satu seniman terbaik di Indonesia. Kepergiannya begitu cepat disaat Indonesia masih membutuhkan karya-karya briliannya. Semua memang merasa kehilangan sosok seniman komplet itu. Terampil bermain gitar, berbekal suara emas. Piawai menyusun komposisi musik dan cakap dalam seni peran, termasuk melawak. Bing Slamet adalah penghibur sejati yang sangat memahami hasrat dan keinginan penikmatnya. Simaklah untaian nada dan kata yang dipilihnya menjadi jalinan lagu yang hingga kini masih kita akrabi, meski terkadang ada jaringan yang raib antar generasi perihal eksistensi Bing Slamet. Rasanya, tak semua generasi kiwari yang mengenal sosok Bing Slamet secara utuh. Ini yang patut disayangkan. Berita orisinil dari majalah Tempo bisa dibaca disini |
Quote:
|
PENGHARGAAN
![]() Sebagai apresiasi atas dedikasinya di bidang seni, pada 10 Juni 1972 menerima Piagam Penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Namun penghargaan Nasional baru diperoleh setelah 28 tahun pasca kematiannya. Di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Puteri, Bing Slamet memperoleh Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma di Istana Negara tanggal 7 November 2003. Medali dan piagam penghargaan diterima oleh putra kedua Bing Slamet, Hilmansyah. |
Quote:
|
PENERUS BING SLAMET
![]() Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, pepatah tersebut berlaku untuk Bing Slamet. Dari 8 buah hatinya bersama Ratna Komala Furi, bakat seni Bing Slamet mengalir kepada tiga anaknya yaitu Uci, Adi dan Iyut Bing Slamet. Bahkan salah satu cucunya, Ayudhia Bing Slamet putri dari Hilman Syah juga terjun ke dunia akting sebagai pemain film dan sinetron. Hingga kini dinasti seni Bing Slamet masih mengalir seiring dengan perkembangan zaman. 1. Ratna Lusiana Albar a.k.a Uci Bing Slamet ![]() 2. Ferdinand Syah Albar a.k.a Adi Bing Slamet ![]() 3. Ratna Fairuz a.k.a Adi Bing Slamet ![]() 4. Ayudhia Bing Slamet ![]() |

#2
Yang orang cari : perjalanan karir seni bing slamet, pop 70an, ateng iskak, film era 70 an, putri adi bing slamet, piagam penghargaan \ pahlawan indonesia, ratna komala furi, perjalanan hidup bing slamet, syech albar mp3, bata gif, avatar kaskus gif, bata kaskus gif, uci bing slamet hot, piagam penghargaan bintang radio, ateng dan iskak, lagu era 50 an mp3, bing slamet lagu : cemas, ateng, bing slamet, judul lagu bing slamet tahun 1950
Related Post to Bing Slamet, Sang Pahlawan Kebudayaan
Bing.com ancaman untuk Google
Jun 18, 2009
comScore, Inc (NASDAQ: SCOR), pemimpin dalam mengukur dunia digital (internet), hari ini merilis sebuah kajian mengenai kinerja Bing, mesin pencari...
Legenda Indonesia, masih ingatkah?
Jun 27, 2009
legenda mungkin kata kata yang pantas neeh gan di sandang oleh orang orang ini.. dari bawah mereka membangun dunia komedi...
Tak mau kalah dari Google, Microsoft luncurkan mesin pencari yg lebih menarik!!!
Jun 05, 2009
Mesin pencari terbaru itu bernama Bing.
Seattle: Perusahaan perangkat lunak terbesar dunia, Microsoft, akan meluncurkan mesin pencari terbaru bernama Bing....
Inilah Bapak Film Komedi Indonesia
Mar 02, 2012
budayakan sebelum membaca
(Semoga dengan thread ini dapat menambah pengetahuan & wawasan agan semua)
PERINGATAN KERAS
Please No Junk In...
5 Game yang Dilarang Karena Alasan Politis
Dec 26, 2012
Lebih sering sebuah game mendapat larangan beredar karena kontennya yang dianggap keterlaluan. Baik dari sisi kekerasan yang terlalu sadis atau...










